Ibnu Mansur al-Hallaj ; Sang Pengelana Yang Kontroversial

di sadur dari ummatanwasatan.net

di sadur dari ummatanwasatan.net

Kehidupan

Terlahir dengan nama Husain ibn Mansur ibn Mahamma al-Baidawi al-Baghdadi al-Hallaj pada tahun 244 H/858 M yang bergaris keturunan Persia di daerah Tur di distrik Baida yang terletak di tenggra Iran. Gelar al-Hallaj disemati kepadanya karena ayahnya berprofesi sebagai penggaru kapas (dalam bahasa Persia, penggaru disebut hallaj). Keluarganya merupakan penganut aliran Sunni tradisional.

Di usianya yang masih belia, ia mulai mempelajari tata bahasa Arab, membaca al-Qur’an berserta tafsirnya serta teologi, dan pada usia 16 tahun ia merampungkan studinya tersebut. Kemudian pada waktu lain ia berkelana ke daerah Tustar untuk menemui Sahl at-Tustari, seorang sufi yang kelak akan menjadi gurunya. Baca lebih lanjut

Menebang Gelisah

gambar dinukil dari fahrinotes.blogspot.com

gambar dinukil dari fahrinotes.blogspot.com

Andai kutahu bagaimana kehidupanku di hari tua
Andai kutahu kepada siapa hati ini kanberlabuh untuk berlayar mengarungi samudera rumah tangga
Andai kutahu bagaimana pula kehidupan rezekiku di esok hari
Andai pula kutahu apakah aku ini pantas memasuki pintu rumah-Mu?

 Semua itu membayangi malam-malamku
Gelisah sarap otakku memikirkannya
Deras aliran darahku mencoba menerka-nerkanya
Detak jantungku seakan berhenti sejenak
Baca lebih lanjut

Segala-gilanya

Tersering betapa bodohnya diri ini kutemukan. Di tengah persinggahan ini, bukannya menyiapkan bekal tetapi aku malah memilih bertualang melanglang buana tak tau arah.

Tersering lagi betapa gilanya aku. Setiap kali kerasku berusaha untuk memahami dunia, tetapi secuil pun tak ku mengerti tentang dunia. Bahkan lebih gilanya lagi, dunia tak pernah tersirat keinginan sedikit pun untuk memahamiku.

Baca lebih lanjut

Mudik Keluarga, Mudik Bangsa

gambar dikutip dari www.makelarberita.com

gambar dikutip dari http://www.makelarberita.com

Taqobbalallahu minnaa wa minkum, shiyamanaa wa shiyamakum. Happy Eid Mubarrak. Selamat Idul Fitri 1434H. Semoga kita semua kembali kepada yang “baru” aamiin. Minal ‘aidin wa faaidzin kullu ‘aamin wa antum khoir. Mohon maaf lahir batin semua.

Ini adalah tulisan arsip dari tetangga sebelah; kenduricinta.com

Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kita kembali pada makna hakiki mudik. Ditulis oleh seorang budayawan yang sehari-harinya sering bergumel dengan rakyat kecil untuk menyadarkan bahwa mereka adalah jiwa yang besar, “gawean ku iku nyenengke hati ne wong cilik,” tutur Cak Nun suatu ketika. Baca lebih lanjut

Curhat Iblis dan Ramadhan

galau

Di suatu malam yang dingin, terlihat sosok Iblis sedang duduk termangu, sikapnya ini kelihatan tak biasa. Kegelisahan tergambar jelas dari pancaran air wajahnya. Sembari memegang sebatang rokok di temani secangkir kopi pahit ia tampak seperti memikirkan sesuatu. Tak lama berselang tiba sesosok berpakaian serba putih, wajahnya memantulkan cahaya, matanya berbinar, jernih dan penuh wibawa. Ramadhan menghampiri Iblis. Baca lebih lanjut

Ketika Sang Profesor Berkisah Tentang Nafsu

gambar dikutip dari mishbahulmunir.files.wordpress.com

gambar dikutip dari mishbahulmunir.files.wordpress.com

Suasana malam bersahabat, tak dinging, tak pula panas. Walau awan menutupi sosok bulan dan sekawanan bintang gemintang, malam tetap indah. Karena malam ini adalah awal bulan yang dibulan itu diturunkan sesuatu yang sophisticated, sesuatu yang canggih, sesuatu yang high tech, sesuatu yang menjadi dasar-dasar kehidupan seluruh semesta alam, sesuatu itu disebut sebagai Al-Quran Al-Karim. Baca lebih lanjut