0

Menemukan Negarawan

13001596002052350395

Menarik bila membaca ulang tulisan Prof. Ahmad Syafii Maarif di kolom resonansi koran Republika pada edisi Selasa, 3 Ferbruari 2015 yang bertajuk “Sepinya Negarawan”. (http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/15/02/02/nj59rg-sepinya-negarawan). Dalam tulisan singkat itu Prof. Ahmad Syafii Maarif menyentil kalangan politisi yang sangat pragmatis. Hanya berdebat perkara kepentingan golongan dan partai serta sibuk berebut potongan-potongan kue kekuasaan.

Memang perlu dibedakan antara politikus dan negarawan, ada perbedaan epistemologi yang mendasar diantara dua kosa kata itu. Politik berdasar etimologi dari bahasa Yunani politikos yang berarti kehidupan sosial, sedang negarawan menurut Wikitionary artinya adalah ahli dalam menjalankan negara (pemerintahan), pemimpin politik yang secara taat asas menyusun kebijakan negara dengan suatu pandangan ke depan atau mengelola masalah negara dengan kebijkasanaan dan kebiwaan. Yang hendak diperdebatkan bukan arti dari dua kata itu, melainkan ada reduksi makna yang terjadi. Baca lebih lanjut

0

Ibnu Mansur al-Hallaj ; Sang Pengelana Yang Kontroversial

di sadur dari ummatanwasatan.net

di sadur dari ummatanwasatan.net

Kehidupan

Terlahir dengan nama Husain ibn Mansur ibn Mahamma al-Baidawi al-Baghdadi al-Hallaj pada tahun 244 H/858 M yang bergaris keturunan Persia di daerah Tur di distrik Baida yang terletak di tenggra Iran. Gelar al-Hallaj disemati kepadanya karena ayahnya berprofesi sebagai penggaru kapas (dalam bahasa Persia, penggaru disebut hallaj). Keluarganya merupakan penganut aliran Sunni tradisional.

Di usianya yang masih belia, ia mulai mempelajari tata bahasa Arab, membaca al-Qur’an berserta tafsirnya serta teologi, dan pada usia 16 tahun ia merampungkan studinya tersebut. Kemudian pada waktu lain ia berkelana ke daerah Tustar untuk menemui Sahl at-Tustari, seorang sufi yang kelak akan menjadi gurunya. Baca lebih lanjut

2

Islamic Branding; Tetap Nyaring di tengah Hiruk-pikuk Suara Miring

gambar di sadur dari www.brandchannel.com

gambar di sadur dari http://www.brandchannel.com

Muqaddimah

Awal mula perlu disampaikan bahwa penulis bukanlah berlatar belakang pendidikan manajemen, melainkan akuntansi dan filsafat Islam yang kebetulan sedang mengambil mata kuliah manajemen pemasaran pada semester ini. Jika terdapat kesalahan ataupun ketidak tepatan mohon dikoreksi dan dibenarkan bagi yang merasa mumpuni di bidang manajemen, khususnya di bidang pemasaran. Terimakasih.

Ingatan masih segar akan peristiwa WTC 11 Sepetember 2001. Belum lama juga peristiwa al-Qaeda yang diganyangkan sebagai organisasi terorisme yang katanya pula pepimpin utama al-Qaeda, yakni Osamah bin Ladden telah berhasil dibunuh. Belum lagi peristiwa-peristiwa yang sekenanya berusaha menjadikan Islam adalah agama yang keras, tidak beradab, tidak kenal kaya, tidak bersih, tidak pandai dan tidak-tidak yang lainnya. Semua yang ditampilkan di media seakan-akan Islam adalah agama yang primitif. Puncaknya berujung pada Islamophobia yang dicoba untuk dikoar-koarkan guna menghancurkan peradaban Islam. Baca lebih lanjut

2

Menilik Potensi Pariwisata Syari’ah di Indonesia

wisata syariah

Indonesia merupakan sederetan pulau-pulau yang terbentang dari ujung utara pulau Miangas hingga ujung selatan pulau Rote, dari semenanjung daratan Sabang hingga pelataran tanah Merauke. Terdiri lebih dari 17.000 pulau, baik berupa gugusan besar dan kecil. Kepualauan Nusantara sejak dahulu terkenal seantero dunia sebagai negeri kaya akan keaneka ragaman hewan dan hayatinya, selain dari keindahan alamnya.

Saat ini trend hiburan berupa wisata sedang banyak digandrungi, terutama bagi masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas. Para wisatawan pun sekarang bebas memilih kemana yang hendak dijadikan tujuan berlibur. Termasuk Indonesia, yang menawarkan begitu banyak varian tempat tujuan wisata. Baca lebih lanjut

0

Revolusi Ekonomi Syariah dari Balik Dapur Istana

image

Dalam beberapa hari pascapelantikan kabinet baru (27 oktober 2014), pasar tampak murung menyambutnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab 0,96 persen ke posisi 5.024. Kurs rupiah memperkokohkan diri hanya sebesar 0,28 persen menjadi Rp 12.035 per dolarnya. Ada sedikit sentimen negatif di ranah pasar. Padahal ini adalah momentum besar rakyat Indonesia, bebagai macam sejarah baru tercatat. Terlepas dari itu semua mari kita menilik secuil perjalanan ekonomi syariah ke depannnya di bawah racikan sang presiden baru.

Berdirinya tonggak ekonomi syariah di Indonesia secara tertang-terangan sudah ada sejak dahulu, seorang bernama Haji Samahudi pada tahun 1902 merintis organisasi Syarekat Dagang Islam. Kala itu pedagang-pedagang Tiongkok yang notabenenya non-muslim menjamur menjadi pedagang-pedagang besar, ditambah kebijakan-kebijakan pemerintah Hindia-Belanda yang kerap merugikan kaum pribumi khususnya pula kalangan muslim dan menguntungkan pedagang-pedagang imigran, seperti Tiongkok, India dan Arab. Syarekat Dagang Islam lahir mengemban amanah untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan melalui tapak jalan ekonomi yang berdasarkan Islam dan perekonomian rakyat sebagai roda penggeraknya.[1]

Dan di zaman orde baru benih-benih ghirah ekonomi syariah gelombang kedua termanifestasikan dengan berdirinya bank Muamalat sebagai bank syariah pertama pada 1 November 1991. Seiring usia bank Muamalat, seiring itu pula usia gejolak ekonomi syariah modern di Indonesia. Usianya sudah 23 tahun. Baca lebih lanjut

5

Puisi Untuk Ibu

mom

Untuk seorang wanita yang jauh di seberang sana
Saban hari sejak pertengkaran kita
Isaknya pilu hati terus terasa
Gemerincing air mata membasahi rongga-rongga dada
Hati dan pikiranku terus saja meronta-ronta
Tak tahan menyesali perlakuan lidahku yang tak kenal tata krama Baca lebih lanjut

12

Menebang Gelisah

gambar dinukil dari fahrinotes.blogspot.com

gambar dinukil dari fahrinotes.blogspot.com

Andai kutahu bagaimana kehidupanku di hari tua
Andai kutahu kepada siapa hati ini kanberlabuh untuk berlayar mengarungi samudera rumah tangga
Andai kutahu bagaimana pula kehidupan rezekiku di esok hari
Andai pula kutahu apakah aku ini pantas memasuki pintu rumah-Mu?

 Semua itu membayangi malam-malamku
Gelisah sarap otakku memikirkannya
Deras aliran darahku mencoba menerka-nerkanya
Detak jantungku seakan berhenti sejenak
Baca lebih lanjut