0

Ramadhan; Antara Refleksi dan Aksi

disadur dari tunjung.blog.uns.ac.id

disadur dari tunjung.blog.uns.ac.id

“Sebagian orang di hari-hari ini menguntai benang-benang rindunya dengan mudik. Dan sebagian yang lain sedang menjalin untaian rindu itu kian besar. Semua dilakukan untuk satu tujuan, yaitu pulang.”

Ada bacaan di sebuah tulisan yang menguraikan tentang perjalanan Ernest Mandel, seorang pemikir tahun 60-an. Dengan lantang ia mengatakan dalam salah satu pertemuannya dengan beberapa orang terdidik di puluhan universitas di Amerika dan Kanada bahwa ia seperti sedang mengikuti perde­batan  di  antara orang-orang tuli, di mana  sebagian pengunjung mengatakan, “yang  penting  aksi! Tidak perlu  yang  lain,  yang penting  aksi!”  sementara  di pihak lain  ada yang mengatakan, “Tidak,  sebelum bisa aksi, kita harus tahu apa yang  dikerjakan. Duduk, belajar, dan tulis buku.Baca lebih lanjut

0

Berkisah dengan Bibir Pantai

Gambar koleksi pribadi, modelnya seorang teman yang tak pandai mengambil gambar, bung Kur namanya. Diambil di pantai Kulonprogo

Gambar koleksi pribadi, modelnya seorang sahabat yang tak  pandai mengambil gambar, bung Kur namanya. Diambil di pantai Kulonprogo

Adalah lautan ini yang bertahun mungkin lamanya memisahkan kita. Aku di bibir pantai ini dan kau di bibir pantai sana. Diantara kita ada gelombang ombak yang adalah rinduku dan rindumu menjadi pemacunya. Mungkin kita tak saling tahu untuk sekian waktu. Dan biarkanlah ia begitu, karena cinta sedang menjalankan tugas suci. Adalah lautan ini menghubungkanku kepadamu.Baca lebih lanjut

2

Puisi untuk #sekar

and_you

Saya beberapa bulan tempo lalu sempat berpikir untuk membuat satu puisi satu hari, one day one poem. Waktu itu kebetulan sedang mendapat rizki yang cukup, sehingga dengan semangat gadget baru, bertubi-tubi merekam segala yang ada dalam alam pikiran. Walau hingga sekarang semangat itu telah memudar dan entah kemana bercecer puisi-puisi itu.

Saya menulis dengan hastag #sekar. Banyak sahabat yang menganggap bahwa #sekar adalah sosok nyata seorang wanita, adapula yang beranggapan bahwa #sekar adalah mahasiswi semester akhir di kampus FE UII, padahal #sekar hanya khayalan pikiran saja. Baca lebih lanjut

3

Menemukan Negarawan

13001596002052350395

Menarik bila membaca ulang tulisan Prof. Ahmad Syafii Maarif di kolom resonansi koran Republika pada edisi Selasa, 3 Ferbruari 2015 yang bertajuk “Sepinya Negarawan”. (http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/15/02/02/nj59rg-sepinya-negarawan). Dalam tulisan singkat itu Prof. Ahmad Syafii Maarif menyentil kalangan politisi yang sangat pragmatis. Hanya berdebat perkara kepentingan golongan dan partai serta sibuk berebut potongan-potongan kue kekuasaan.

Memang perlu dibedakan antara politikus dan negarawan, ada perbedaan epistemologi yang mendasar diantara dua kosa kata itu. Politik berdasar etimologi dari bahasa Yunani politikos yang berarti kehidupan sosial, sedang negarawan menurut Wikitionary artinya adalah ahli dalam menjalankan negara (pemerintahan), pemimpin politik yang secara taat asas menyusun kebijakan negara dengan suatu pandangan ke depan atau mengelola masalah negara dengan kebijkasanaan dan kebiwaan. Yang hendak diperdebatkan bukan arti dari dua kata itu, melainkan ada reduksi makna yang terjadi. Baca lebih lanjut

0

Ibnu Mansur al-Hallaj ; Sang Pengelana Yang Kontroversial

di sadur dari ummatanwasatan.net

di sadur dari ummatanwasatan.net

Kehidupan

Terlahir dengan nama Husain ibn Mansur ibn Mahamma al-Baidawi al-Baghdadi al-Hallaj pada tahun 244 H/858 M yang bergaris keturunan Persia di daerah Tur di distrik Baida yang terletak di tenggra Iran. Gelar al-Hallaj disemati kepadanya karena ayahnya berprofesi sebagai penggaru kapas (dalam bahasa Persia, penggaru disebut hallaj). Keluarganya merupakan penganut aliran Sunni tradisional.

Di usianya yang masih belia, ia mulai mempelajari tata bahasa Arab, membaca al-Qur’an berserta tafsirnya serta teologi, dan pada usia 16 tahun ia merampungkan studinya tersebut. Kemudian pada waktu lain ia berkelana ke daerah Tustar untuk menemui Sahl at-Tustari, seorang sufi yang kelak akan menjadi gurunya. Baca lebih lanjut

2

Islamic Branding; Tetap Nyaring di tengah Hiruk-pikuk Suara Miring

gambar di sadur dari www.brandchannel.com

gambar di sadur dari http://www.brandchannel.com

Muqaddimah

Awal mula perlu disampaikan bahwa penulis bukanlah berlatar belakang pendidikan manajemen, melainkan akuntansi dan filsafat Islam yang kebetulan sedang mengambil mata kuliah manajemen pemasaran pada semester ini. Jika terdapat kesalahan ataupun ketidak tepatan mohon dikoreksi dan dibenarkan bagi yang merasa mumpuni di bidang manajemen, khususnya di bidang pemasaran. Terimakasih.

Ingatan masih segar akan peristiwa WTC 11 Sepetember 2001. Belum lama juga peristiwa al-Qaeda yang diganyangkan sebagai organisasi terorisme yang katanya pula pepimpin utama al-Qaeda, yakni Osamah bin Ladden telah berhasil dibunuh. Belum lagi peristiwa-peristiwa yang sekenanya berusaha menjadikan Islam adalah agama yang keras, tidak beradab, tidak kenal kaya, tidak bersih, tidak pandai dan tidak-tidak yang lainnya. Semua yang ditampilkan di media seakan-akan Islam adalah agama yang primitif. Puncaknya berujung pada Islamophobia yang dicoba untuk dikoar-koarkan guna menghancurkan peradaban Islam. Baca lebih lanjut

2

Menilik Potensi Pariwisata Syari’ah di Indonesia

wisata syariah

Indonesia merupakan sederetan pulau-pulau yang terbentang dari ujung utara pulau Miangas hingga ujung selatan pulau Rote, dari semenanjung daratan Sabang hingga pelataran tanah Merauke. Terdiri lebih dari 17.000 pulau, baik berupa gugusan besar dan kecil. Kepualauan Nusantara sejak dahulu terkenal seantero dunia sebagai negeri kaya akan keaneka ragaman hewan dan hayatinya, selain dari keindahan alamnya.

Saat ini trend hiburan berupa wisata sedang banyak digandrungi, terutama bagi masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas. Para wisatawan pun sekarang bebas memilih kemana yang hendak dijadikan tujuan berlibur. Termasuk Indonesia, yang menawarkan begitu banyak varian tempat tujuan wisata. Baca lebih lanjut